BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Permasalahan
bagi manusia akan semakin kompleks ketika mereka menginjak usia remaja, usia
dimana mereka masih berada di jenjang pendidikan usia sekolah menengah. Pada
masa itulah mereka mulai mengenal lingkungan atau masyarakat lebih luas. yang
selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang lebih rumit dan
memerlukan penanganan yang sangat serius.
Permasalahan
bagi peserta didik usia sekolah menengah timbul baik dari intern ataupun
elstern yang kesemuanya sangat mengganggu proses belajar dan pembelajaran
peserta didik di usia itu. Keingin tahuan pada usia sekolah menengah sangatlah
besar karena pada masa itu mereka
mencari jati diri dan figur yang di idolakan oleh mereka.
Lingkungan
sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Selain
mengemban fungsi pendidikan (transformasi nilai dan norma sosial). Dalam kaitan
dengan pendidikan, peran sekolah tidak jauh berbeda dengan peran keluarga,
yaitu sebagai tempat perlindungan jika anak mengalami masalah. Bagi seorang
pendidik haruslah tahu keadaan peserta didiknya dan harus bisa mengarahkan pada
hal-hal yang positif, sehingga peserta didik pada usia sekolah menengah
tersebut akan terarah pada hal-hal positif. Pendidik juga harus mengetahui
gejala-gejala yang terdapat pada peserta didik dan memberikan solusi yang
terbaik dalam menghadapi keadaan peserta didik. Selain itu, di setiap sekolah
lanjutan diadakan guru bimbingan dan penyuluhan untuk membantu siswa dalam
memecahkan masalah yang dihadapinya.
Dalam
makalah ini, membahas tentang permasalah danupaya penanganan masalah
penyesuaian diribpeserta didik usia sekolah menegah.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa saja upaya yang
dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri peserta didik usia
sekolah menengah terhadap penyelenggaraan pendidikan?
2.
Apa saja masalah
penyesuaian diri yang ada di peserta didik usia sekolah menengah (remaja)?
3.
Bagaimana karakteristik
masalah peserta didik usia sekolah menengah (remaja)?
4.
Apa saja masalah
peserta didik usia sekolah menengah (remaja)?
5.
Bagaimana penanganan
masalah remaja dengan cara mekanisme pertahanan diri?
1.3
Tujuan
1. Mengetahui
upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri peserta
didik usia sekolah menengah terhadap penyelenggaraan pendidikan.
2. Mengetahui
masalah penyesuaian diri yang ada di peserta didik usia sekolah menengah
(remaja).
3. Mengetahui
karakteristik masalah peserta didik usia sekolah menengah (remaja).
4. Mengetahui
masalah peserta didik usia sekolah menengah (remaja).
5. Mengetahui
penanganan masalah remaja dengan cara mekanisme pertahanan diri.
BAB II
PEMBAHASAN
Seseorang
tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu
menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental dan emosional dipengarungi oleh
faktor- faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses
penyesuaian diri yang baik atau yang salah, sejak lahir sampai meninggal
seorang individu merupakan organisme yang aktif. Ia aktif dengan tujuan dan
aktivitas yang berkesinambungan. Ia berusaha memuaskan kebutuhan jasmaninya.
Penyesuaian diri adalah suatu proses dan salah satu ciri pokok dari kepribadian
yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuain diri secara
harmonis, baik kepada diri sendiri mapun terhadap lingkungannya.
Penyesuaian
berarti adaptasi, dapat mempertahankan eksistensinya (survive) dan memperoleh
kesejahteraan rohaniah, serta dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan
tuntutan sosial. Penyesuaian diri juga dapat diartikan bagai konvormitas, yang
menyesuaikan sesuatu dengan standart atau prinsip. Definisi lain mengenai
penyesuaian diri yaitu, kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi
respon- respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik,
kesulitan, dan frustasi- frustasi secara efisien individu memiliki kemampuan
untuk menghadapi realitas hidup dengan cara yang memenuhi syarat. Penyesuaian
diri juga dapat diartikan sebagai suatu penguasaan dan kematangan emosional.
Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki respon emosional
yang tepat pada setiap situasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri
sendiri dan lingkungannya.